Wednesday, October 28, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL "KISAH INDAH PEMBEBASAN KONSTANTINOPEL"

TAJUK RASIL “KISAH INDAH PEMBEBASAN KONSTANTINOPEL”

Tajuk Rasil,
Kamis 16 Januari 2020/ 20 Jumadil Awwal 1441 H

Dalam sejarah umat Islam, ada salah satu hari yang bersinar. Hari yang menjadi kebanggaan untuk umat Islam di setiap masa setelahnya, hari itu merupakan bintang terang di langit bahkan laksana matahari yang menyinari dunia dan mengangkat umat ke ufuk langit. Karena hari itu adalah hari terealisasinya kabar gembira Rasulullah SAW, yaitu hari penaklukan Konstantinopel. Al-Fatih menaklukan kota Besar tersebut 20 Jumadil Awwal 857 H, tepat hari ini 584 tahun yang lalu.

Begitulah, terealisir kabar gembira Rasulullah SAW yang ada di dalam hadis dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash, ia berkata: “sementara kami ada di sekitar Rasulullah, kami sedang menulis, ketika Rasulullah ditanya, “Kota manakah dari dua kota yang ditaklukkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?” Maka Rasulullah bersabda: “Kotanya Heraklius ditaklukkan lebih dahulu, yakni Konstantinopel”.

Berabad-abad lamanya, kota Konstantinopel yang indah dan makmur ini telah menjadi simbol kejayaan di mata dunia internasional. Ia dibangun pada tahun 330 M oleh Kaisar Theodosius. Lokasinya yang strategis membuat ia menjadi salah satu kota terpenting di dunia kala itu. Dengan fungsinya sebagai ibu kota Kekaisaran Byzantium, Konstantinopel kemudian menjadi salah satu kota terbesar sekaligus benteng terkuat saat itu.

Ia dikelilingi oleh tiga lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu Selat Bosphorus, Laut Marmara, dan Selat Tanduk Emas yang terpasang rantai amat besar. Dikelilingi benteng besar, perairan dalam dan rantai yang kokoh, setiap sisi Kontantinopel amatlah sulit untuk dimasuki pihak asing.

Namun di tangan Sultan Muhammad Al-Fatih atau yang juga dikenal dengan nama Sultan Mehmet II, Sultan ke-7 Turki Utsmani itu berhasil memimpin penaklukan Konstantinopel ketika usianya baru 21 tahun. Ia dianggap telah membuktikan hadis yang diucapkan Nabi Muhammad SAW pada 8 abad sebelumnya. Diriwiyatkan oleh Imam Bukhori “Sesungguhnya Konstantinopel itu pasti akan dibuka (dibebaskan). Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya”.

Mayoritas penduduk Konstantinopel pada masa Kekaisaran Byzantium beragama Kristen Ortodoks. Pada abad ke-6, ketika Heraklius menjadi kaisar Byzantium, Rasulullah SAW sempat menyurati sang kaisar untuk masuk ke dalam agama Islam. Namun sang kaisar tidak bisa mengikuti seruan itu. Ia membalas ajakan itu dengan penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Upaya pembebasan Konstantinopel telah dilakukan sedikitnya sebanyak 8 kali oleh umat Islam. Lima kali pada diansti Umayyah, satu kali pada Dinasti Abbasiyah, dan dua kali pada masa Utsmaniyah. Pembebasan Konstantinopel bukanlah semata-mata karena haus terhadap kekuasaan dan wilayah. Upaya pembebasan ini merupakan usaha umat muslim untuk membuktikan hadis Nabi Muhammad SAW di atas.

Mereka berkeinginan dan berlomba-lomba menjadi sebaik-baik pemimpin ataupun sebaik-baik pasukan sebagaimana yang disebut di dalam hadis itu. Semangat pembuktian hadis Nabi telah tampak sejak masa para sahabat nabi. Salah seorang sahabat nabi, Abu Ayyub al-Anshari, yang ikut serta dalam upaya pembebasan Konstantinopel pertama kali pada tahun 44 Hijriah gugur dalam usia 80 tahun.

Pada akhirnya pasukan Muhammad Al-Fatih-lah yang mampu membuktikan hadis Nabi di atas. Setelah berhasil membebaskan Konstantinopel, nama kota tersebut diganti menjadi ‘Islam Bul’ yang berarti kota Islam. Di kota Islam Bul itu Muhammad Al-Fatih kemudian membangun sekolah, pasar, perumahan, dan rumah sakit. Ia melindungi segenap penduduk, termasuk yang beragama Nasrani maupun Yahudi, dan menerapkan budaya toleransi. Ia menggratiskan pendidikan untuk setiap warga dan bahkan menyediakan rumah untuk pada pendatang yang mencari nafkah di kota itu. Sungguh kisah yang indah bukan ?

Kini, kota Konstantinopel itu dikenal dengan nama Istanbul. Kesultanan Turki Utsmani jatuh pada tahun 1923. Pada tahun 1923 itulah Mustafa Kemal Pasha membentuk negara Turki yang berbentuk republik. Islam Bul kemudian berganti nama menjadi Istanbul yang berarti “ke kota itu”.

Islam dalam perkembangannya telah banyak memberikan dampak terhadap peradaban di dunia ini, terutama di benua Eropa. Peninggalan-peninggalan sejarah dari peradaban Islam masih terlihat begitu jelas, jasa-jasa ulama dan cendekiawan juga turut mendorong kemajuan Islam dan kejayaan Islam. Oleh karena itu penting mempelajari sejarah Islam, kemajuan Islam, dan tokoh-tokoh yang berjasa dalam peradaban dunia dan Islam.

Wallahu ‘Alam Bish Showwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Aqsa Working Group Ikut Serta Dukung Aksi Global Aksi Mogok Makan Untuk Pembebasan Tahanan Palestina

Jakarta, Rasilnews - Al-Aqsa Working Group (AWG) menyatakan ikut serta untuk mendukung aksi global mendukung aksi mogok makan yang dilakukan oleh...

Satgas Ingatkan Pemda Agar Tak Lengah Sikapi Zonasi

JAKARTA, RASILNEWS - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito ingatkan Pemda soal zonasi karena peningkatan zona oranye. Melihat peta...

MUI desak Presiden Perancis Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Jakarta, Rasilnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf kepada umat...

Recent Comments