Friday, November 27, 2020
Home Tajuk Rasil Tajuk Rasil "Komunis kaum Pemberontak"

Tajuk Rasil “Komunis kaum Pemberontak”

“Tajuk Rasil”
Rabu, 13 Shafar 1441 H/ 30 September 2020

Komunis adalah sebuah kata yang tabu di telinga mayoritas rakyat Indonesia, terlebih kaum muslimin. Bahkan, sebagian orang mungkin sangat trauma ketika mendengar kata-kata komunis, karena dapat membuka luka lama dan mengingatkan rekam jejak orang-orang komunis yang sadis, kejam, dan tak berperikemanusiaan. Dengan kendaraan Partai Komunis Indonesia (PKI), mereka bergerak. Berbagai operasi berdarah pun mereka lakukan atas nama revolusi.

Menelisik sejarahnya, orang-orang komunis di negeri ini tak pernah patah arang mewujudkan cita-cita jahat mereka, yaitu merebut kekuasaan tertinggi dan menjadikan bumi nusantara ini sebagai negara komunis. Makar dan kekuatan terselubung senantiasa mereka himpun. Kader-kader setia mereka, baik sipil maupun militer, didoktrin siaga untuk menjalankan komando atasan. Memang mengejutkan mengapa trauma konflik berdarah-darah rakyat Indonesia khususnya kaum Muslim terhadap pengikut komunis tetap lestari atau laten sampai hari ini. Bayangkan, bila dilacak konflik ini sudah menginjak satu abad, yaitu semenjak para anggota Sarekat Islam Merah mulai menjalankan agenda komunisme internasional yang dibawa agen Zionis Yahudi, Henk Sneevliet dari Belanda.

Pada saatnya, mereka akan bergerak dengan cepat. Apabila demikian, segala cara akan mereka halalkan. Meskipun harus membunuh, menyiksa, dan berjalan di atas darah mayat-mayat manusia yang mati bergelimpangan. Hal ini sebagaimana yang terjadi di Uni Soviet, induk semang PKI, baik pada masa Vladimir Ilyich Lenin maupun Joseph Stalin.

Rekam jejak pemberontakan Komunis pasca kemerdekaan, dimulai di Madiun pada 1948 dan gagal. Lalu PKI bangkit kembali pada tahun 1950. Berbagai kegiatannya mulai aktif, mengandalkan media penerbitan dengan organ utamanya Harian Rakjat dan Bintang Merah untuk melancarkan propaganda. Di bawah kepemimpinan D.N. Aidit, PKI berkembang sangat pesat. Di samping kaderisasi ke dalam terus dilakukan, pendekatan kepada kaum nasionalis dan agamis pun digalakkan. Tak heran, pada era 1960-an dicetuskan istilah NASAKOM (Nasionalisme, Agama, Komunisme) oleh Presiden Soekarno. Sekian tahun lamanya, PKI dapat mengambil hati presiden. Tokoh-tokohnya pun banyak yang menduduki jabatan strategis pemerintahan.

Peristiwa tragis karena kebrutalan Komunisme berulang. Pada malam 30 September dan 1 Oktober 1965, enam jenderal senior Indonesia dibunuh dan mayat mereka dibuang ke dalam sumur. Pembunuh para jenderal mengumumkan keesokan harinya bahwa Dewan Revolusi baru telah merebut kekuasaan. Mereka menyebut diri sebagai Gerakan 30 September (G30S). Namun, dengan pertolongan dari Allah SWT pemberontakan tersebut gagal kembali. Bahkan PKI ini dapat dihancurkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang pada tahun berikutnya.

Sejarah mencatat seperti itulah sepak terjang PKI, mereka sangat berambisi untuk menguasai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadikannya sebagai negara komunis. Walau sudah puluhan tahun dibatasi ruang gerak mereka, namun geliat gerakan bawah tanahnya terus berjalan. Secara senyap mereka bermetamorfosa menjadi bentuk baru, dan menyusup ke berbagai lini tanpa disadari.

Ketika sekarang (purn) Jendral Gatot Nurmantyo mengingatkan kembali akan bahaya Komunisme (terlepas dari apa niatan beliau), tentu kita juga masih ingat 5 tahun lalu 30 September 2015, KASAD TNI Jenderal Mulyono memberikan peringatan waspada kepada seluruh rakyat Indonesia seperti ini, “Manakala banyak tokoh pelaku sejarah yang kontra-PKI telah meninggal dunia, mereka pun mulai bangkit secara nyata dan sok tampil sebagai penuntut keadilan dengan memutar fakta sejarah seolah-olah mereka adalah korban. Komunis akan bermetamorfosa menjadi bentuk baru, gerakannya makin sulit dikenali dan menyusup ke berbagai lini tanpa disadari.”

Pahami bagaimana komunisme itu bergerak. Banyak orang mengira bahwa komunisme-sosialisme hanyalah sebatas ideologi yang berkaitan dengan sistem ekonomi dan politik yang bermaksud menghapus milik perseorangan dan menggantikannya dengan milik bersama. Sebuah ideologi yang kontra total dengan kapitalisme dan berusaha mengangkat derajat kalangan bawah. Padahal masalahnya tak sebatas itu. Komunisme mempunyai pokok-pokok ideologi kufur yang sangat bertentangan dengan Islam bahkan dengan semua agama samawi, seperti Tidak ada tuhan, materialistis, ingkar terhadap hari kiamat, dan menentang semua ajaran agama.

Ideologi mereka menentang semua agama merupakan bukti nyata bahwa orang-orang komunis itu liar dan tak mau diatur oleh aturan agama. Menurut bapak komunisme dunia, Karl Marx, agama adalah opium alias candu. Maksudnya, agama tidak membawa kebaikan dan hanya mendatangkan malapetaka. Agama hanya menipu dan menyesatkan masyarakat. Maka dari itu, orang-orang komunis sangat membenci orang yang taat beragama, terkhusus muslim. Tak heran, di kala mereka mempunyai kekuasaan dan merajalela, tokoh-tokoh muslimlah yang pertama kali menjadi target kekejaman dan kebengisan mereka.

Menelaah geliat Komunisme di Tanah Air dewasa ini harus senantiasa dipantau, diwaspadai. Tak kalah pentingnya bagi kita untuk mengetahui kesesatan komunisme selaku ideologi. Sebab, dari situlah semua gerakan mereka berawal: di ranah politik, sosial, agama, berbangsa, dan bernegara. Harapannya, dengan mengetahui kesesatan ideologinya akan lebih kokoh dalam membentengi diri, keluarga, bangsa dan negara dari bahaya laten komunis. Komunisme bagaikan bom waktu yang harus segera dijinakkan. Untuk menjinakkannya membutuhkan ilmu, keberanian, ketangkasan, dan penanganan yang tepat. Kalau tidak, bukan suatu hal yang mustahil peristiwa 1948 di Madiun dan G30S/PKI 1965 terulang kembali. Na’udzu billahi min dzalik.

Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala melindungi bangsa dan negara Indonesia dari rongrongan dan makar jahat PKI, menjaga para pemimpin bangsa dan rakyat dari pokok-pokok ideologi komunis yang sesat dan menyesatkan, dan mencurahkan limpahan barakah kepada segenap insan muslim yang berteguh diri di atas bimbingan Rasulullah SAW. Amiin….

Wallahu ‘Alam Bish Showwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Tausyiah Rasil : Tiga Peristiwa yang Dialami Manusia

Oleh : Ustaz Abul Hidayat Saerodji 1. Peristiwa kelahiran Setiap orang yang ada...

Viral, Tentara Azerbaijan Bantu Penduduk Armenia Tinggalkan Wilayah Yang Di Duduki

Azerbaijan, Rasilnews - Tentara Azerbaijan membantu orang-orang Armenia yang secara ilegal dimukimkan kembali di daerah pendudukan untuk meninggalkan wilayah itu, seperti...

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Izin Ekspor Benih Lobster, 2 Masih Buron

Jakarta, Rasilnews - Dalam konferensi pers di KPK, Rabu (25/11/2020) malam, Nawawi Pomolango Wakil Ketua KPK RI mengatakan bahwa dua dari tujuh tersangka...

Pesawat Tempur Israel Serang Suriah

Suriah, Rasilnews - Militer Suriah mengklaim bahwa pesawat tempur Israel melakukan serangan udara ke selatan Ibu kota pada Selasa (24/11) malam....

Recent Comments