Monday, October 26, 2020
Home Tajuk Rasil Tajuk Rasil "Matinya Altruisme Kebijakan Publik"

Tajuk Rasil “Matinya Altruisme Kebijakan Publik”

“Tajuk Rasil”
Kamis, 21 Shafar 1441 H/ 8 Oktober 2020

Banyak kalangan melihat, presiden Jokowi diperhadapkan dengan berbagai dilema yang membuatnya harus berpikir panjang mengenai pelaksanaan dari beberapa program dan kebijakannya. Nampaknya cukup menarik ketika dalam penentuan sebuah kebijakan terdapat pertimbangan yang didasarkan pada aspek implisit yang selama ini terlewatkan dari pandangan kita. Aspek ini memang kelihatan abu-abu namun nyatanya telah mengambil peranan besar dalam kontestasi politik di tabah air. Jokowi dengan segala upayanya untuk meyakinkan rakyat agar mempercayainya tidak lepas dari aspek satu ini. Namun, seiring dengan berjalanannya waktu, hal ini seperti mengambil peranan dirinya yang sesungguhnya, dan cenderung di luar batas kendalinya.

Kebijakan-kebijakannya selama menjadi Presiden Indonesia periode kedua yang bisa dibilang masih baru, karena baru satu tahun saja ia menjalankannya, lantas dipertanyakan berbagai pihak mengenai ketegasannya dan keseriusannya dalam menata negara. Keputusan-keputusannya yang cenderung “merepotkan” dirinya sendiri sepertinya telah semakin menjalar. Kita tentu bertanya-tanya, apakah dengan cara yang seperti ini Jokowi bisa bertahan dari gempuran permasalahan? Apakah ia benar-benar dapat memberi solusi yang seharusnya tidak memberatkan dirinya sendiri dan juga seluruh rakyat Indonesia? Bagaimana pandangan kita dalam melihat persoalan semacam ini? Kita tentu berharap yang terbaik bagi rakyat, juga bagi Jokowi dalam penentuan kebijakan publik yang cenderung “altruistik simbolik”.

Tepat Oktober tahun lalu Jokowi dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia untuk yang kedua kali. Perjalanannya dalam kontestasi politik negeri ini (jika dihitung sejak menjadi Walikota Solo) bisa dibilang sangat mulus. Kekuatan politiknya semakin nampak ketika ia memaksa lawannya kalah dan melenggang ke tampuk kekuasaan dua periode. Meskipun kemenangannya dinilai sebagai kemenangan hasil mobilisasi aparatur Negara “featuring” pengusaha, namun gol tetaplah gol, entah bagaimana proses terjadinya.

Beberapa kebijakan Jokowi memang cenderung kontroversial, padahal istilah yang sering dipakainya yaitu berpihak pada yang di bawah. Bahkan beberapa pengamat melihat Jokowi kerap kali membuat kontrak politik dengan para pengusaha demi memuluskan langkahnya untuk memenangi kontestasi politik di negeri ini. Kontrak politik yang ia sepakati dengan mereka memang begitu jelas menampakkan sisi menghilangkan altruisme. Sosok Jokowi yang dikenal sebagai pribadi sederhana, lemah lembut, santun, dan ramah seolah tidak bisa diganggu gugat tentu telah menimbulkan persepsi yang berbeda.

Citra diri yang dimunculkannya memiliki pengaruh yang signifikan dalam kepemimpinan dan tentu saja dapat mempengaruhi persepsi publik. Penerimaan dan tanggapan, baik positif maupun negatif yang khususnya datang dari publik (khalayak sasaran) dan masyarakat luas pada umumnya. Meskipun Jokowi pada dasarnya memiliki jiwa altruis dan populis, tetapi dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak seolah sama sekali berbeda.

Beberapa kebijakan Jokowi yang populis namun juga kontroversial memang disinyalir hasil kesepakatan dari kontrak politiknya. Sebut saja kebijakan-kebijakan terkait revisi Undang-Undang KPK, penanganan pandemic Covid-19, naiknya iuran BPJS. Lalu yang terbaru bagaimana besarnya peran presiden berkolaborasi dengan lembaga Legislatif dalam meloloskan Undang-undang Omnibus Law Ciptaker. Kebijakan-kebijakan tersebut lantas memunculkan perdebatan banyak pihak. Pengambil keputusan selalu cenderung dikritik dan dinilai tidak berpihak kepada masyarakat bawah, karena kebijakan semacam itu lebih tergambarkan bukan untuk mensejahterakan rakyat tetapi menyingkirkan orang jujur, orang miskin, buruh, dan kaum bawah lainnya.

Jokowi dikesankan menjalankan kepemimpinan populis, yang mana menekankan bahwa rakyat adalah segalanya, penguatan terhadap dimensi komunitas kolektif (basis partai), dan cenderung banyak memperhatikan terhadap pembelahan ideologi kanan kiri. Meskipun Jokowi dikritik oleh berbagai kalangan, namun ia tetap yakin bahwa kebijakannya adalah tepat, karena basis pusaran kekuasaan yang sejalan.

Seharusnya seorang populis atau seorang yang mengedepankan kepentingan rakyat kecil, tentu tidak lepas dari sosok yang altruis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), altruis berarti orang yang mengutamakan kepentingan orang lain (tidak mementingkan diri sendiri). Seorang yang altruis mempunyai sifat dan perilaku yang altruistik, altruistik mengacu pada perilaku individu yang mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Altruisme merupakan motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain. Namun faktanya, fenomena KPK, BPJS, Covid-19, Omnibus Law menjadi salah satu contoh bahwa Pemerintahan Jokowi seperti mematikan altruisme kebijakan publik.

Sepertinya pas kalo kita mengutip bait kalimat buku ‘Nalar Politik Rente’ Dahnil Anzar Simanjuntak (sebelum menjadi pejabat Kementrian Pertahanan) “Para politisi, memiliki karakter kembar dengan para birokrat. Kehilangan sikap altruisme sejatinya, mereka memilih menjadi politisi karena alasan-alasan altruisme. Didorong oleh keinginan untuk membela kepentingan rakyat. Tetapi faktanya, mereka masuk dalam pasar politik, Karena kepentingan pribadi dan kelompok atau kartelnya serta membangun sindikasi yang terorganisir di dalam pemerintahan dan legislatif (DPR).”

Wallahu ‘Alam Bish Showwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Jelang Kedatangan Habieb Rizieq Shihab Ke Indonesia

Jakarta, Rasilnews – Beredar sebuah video di medsos yang memperlihatkan nasehat dan pesan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habieb Rizieq...

12 Duta Besar untuk Negara Sahabat Dilantik Oleh Presiden Jokowi Hari ini

JAKARTA, RASILNEWS - Presiden Jokowi Widodo melantik 12 orang duta besar  luar biasa untuk ditugaskan di Negara-negara sahabat, Senin (26/10/2020).

Manfaat Bersepeda Secara Rutin

Oleh : Suji Rahayu (Jurnalis Rasilnews) Bersepeda atau yang populer disebut gowes, adalah termasuk sebagai salah satu...

Mewujudkan Keluarga Inspiratif

Oleh : Suji Rahayu (Jurnalis Rasilnews) Harta yang paling berharga adalah keluargaIstana yang paling indah adalah keluargaPuisi...

Recent Comments