Wednesday, October 28, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL "MERINDUKAN HEROISME PEMUDA ISLAM"

TAJUK RASIL “MERINDUKAN HEROISME PEMUDA ISLAM”

Tajuk Rasil
Senin, 28 Oktober 2019

Teringat cerita seorang pemuda yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai prajurit dalam sebuah peperangan yang dipimpin Rasulullah SAW. Ia datang membawa pedang yang panjang pedangnya itu melebihi tinggi badannya. lalu dengan tegas Rasulullah menolak niatannya karena ia belum memiliki seni berperang. Lalu Pemuda itu pulang dan berdiskusi dengan ibunya, lalu Ia terus belajar dan mencari kelebihan yang ia miliki sehingga ia pun menemukan bahwa ia pandai menulis dan berbahasa. Di kemudian harinya Rasulullah mengangkat beliau sebagai sekretaris pribadi. Dan pemuda itu adalah Zaid bin sabit radhiallahu anhu.

Lain hal nya dengan Arqam bin Abi Arqom radhiallahu anhu. Beliau dengan tulus merelakan rumah tinggalnya digunakan sebagai tempat halaqah pertama Rasulullah beserta para sahabat. Ia dengan ikhlas membuka selebar-lebarnya pintu rumah nya agar aktivitas dakwah itu berlangsung. Padahal jika kaum kafir Quraisy tau akan perkara ini, maka sudah lah pasti rumah tersebut akan di bumi hanguskan. Tetapi pemuda satu ini memiliki keyakinan yang kuat akan dakwah Islam sehingga ancaman tersebut bukan menjadi penghalang baginya.

Ada juga pasangan sahabat yang masih muda, yang sangat ingin membunuh Abu Jahal karena mereka mendengar bahwa Abu Jahal sangat sering mengintimidasi Rasulullah. Dengan niat membela manusia yang mereka cintai, maka pada perang Badar tercapailah apa yang telah mereka cita-citakan dan abu Jahal pun mati di tangan kedua pemuda ini. Kedua pemuda ini adalah Muadz bin Afra dan Muadz bin Amru radhiallahu anhum.

Dan pemuda satu ini, dengan istiqamah walau disiksa, dicambuk, dijemur di bawah matahari yang terik, dihimpit batu besar, tidak melunturkan aqidahnya dan senantiasa mengucapkan “Ahad”, Allah Yang Satu. Pemuda ini sangat dikenal di masyarakat karena namanya sangat sering disebut, terutama di masjid-masjid. Ia adalah Bilal bin rabbah radiallahu anhu.

Belum lagi cerita tentang syahidnya Umair bin Abi Waqqash dan Usamah bin Zaid yang menjadi contoh kecil saja dari heroisme besar yang dimiliki para remaja dan kaum belia di kalangan sahabat Rasulullah. Dan, kehadiran mereka serasa menjadi sosok yang terasa asing dan jauh sekali, sekaligus mengiris jiwa, jika kita mendengar dan menyaksikan bejibun anak muda saat ini yang justru tenggelam dalam lumpur kemaksiatan, kebebasan seksual, kekejian, dan kedurhakaan, sibuk dengan kehidupan yang serbaenak dengan tidak usah bersusah payah.

Padahal, kesalihan sebagaimana juga kematian, bukan hanya monopoli orang-orang yang sudah tua dan lanjut usia, melainkan juga terbuka luas untuk digapai oleh generasi muda. Bukankah Nabi memberikan motivasi, ada tujuh golongan yang akan memperoleh naungan Allah ketika tak ada naungan kecuali naungan-Nya, dan salah satunya adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah. (HR Bukhari & Muslim).

Para sahabat nabi yang disebutkan tadi adalah pemuda dan mereka pernah eksis di muka bumi ini. Mereka memiliki karakter yang jika kita cerminkan ke para pemuda Muslim saat ini, maka sangat sulit ditemukan karakter pemuda yang sama seperti mereka. Krisis karakter yang dialami pemuda saat ini, seharusnya sedikit demi sedikit harus kita atasi. Kita mulai mencoba untuk membangun kembali karakter para pemuda, terutama pemuda muslim saat ini.

Karakter menjadi sangat urgen karena nasib dari bangsa dan peradaban ini ke depannya berada di tangan para pemuda. Karakter–karakter yang perlu di miliki pemuda muslim itu bisa kita sarikan dari Rasulullah SAW, para sahabat, ataupun para pemuda pejuang lainnya.

Sebelum era agama Nasrani, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Ashabul-Kahfi bahkan menjadi pelopor pada zamannya dalam mempertahankan akidah melawan tirani penguasa. Firman Allah surat Al-Kahfi ayat 13: “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad)dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”.

Menurut Wahbah Zuhaili dalam at-Tafsir al-Munir, ayat ini merupakan isyarat, pemuda lebih kuat untuk menerima kebenaran dan lebih potensial untuk menyambut datangnya hidayah ketimbang orang tua yang sombong dan terbenam dalam agama yang batil. Karena itu, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir, yang paling banyak menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya adalah pemuda. Maka, wajar jika hari ini kita merindukan kembali tumbuhnya heroisme di kalangan remaja dan generasi pemuda Islam.

Wallahu ‘Alam bishawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Aqsa Working Group Ikut Serta Dukung Aksi Global Aksi Mogok Makan Untuk Pembebasan Tahanan Palestina

Jakarta, Rasilnews - Al-Aqsa Working Group (AWG) menyatakan ikut serta untuk mendukung aksi global mendukung aksi mogok makan yang dilakukan oleh...

Satgas Ingatkan Pemda Agar Tak Lengah Sikapi Zonasi

JAKARTA, RASILNEWS - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito ingatkan Pemda soal zonasi karena peningkatan zona oranye. Melihat peta...

MUI desak Presiden Perancis Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Jakarta, Rasilnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf kepada umat...

Recent Comments