Friday, November 27, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL "MEWASPADAI BAHAYA NAMIMAH"

TAJUK RASIL “MEWASPADAI BAHAYA NAMIMAH”

Tajuk Rasil
Senin, 19 Muharram 1442 H/ 7 September 2020

Suatu saat Imam Syafi’i didatangi seseorang yang menyampaikan kepadanya bahwa sesungguhnya si fulan dalam suatu pertemuan telah mengatakan begini dan begitu tentang engkau wahai Imam. Lalu Imam Syafii mendatangi orang yang menceritakan sang imam itu dalam majlis. Apa yang dilakukan oleh Imam Syafi’i? Ia menyampaikan terima kasih kepada si fulan.

Orang yang melaporkan ke Imam Syafii itu merasa heran dan bertanya-tanya kenapa justru dia mendatanginya. Imam Syafii mengatakan “saya telah menyampaikan terima kasih kepadanya karena sesungguhnya ia telah melimpahkan kebaikannya ke dalam timbangan kebaikanku tanpa saya harus berbuat kebaikan dan kejelekan saya telah dilimpahkan kepadanya”. Itulah salah satu resiko yang harus ditanggung jika kita suka menceritakan aib orang kepada orang lain.

Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim memceritakan bahwa bahwa suatu ketika Rasulullah Saw bertanya kepada para sahabatnya “apakah engkau mengetahui siapakah di antara umatku yang bangkrut?”. Lalu sahabat menjawab bahwa mereka yang bangkrut adalah yang tidak punya harta dan uang diantara kami.

Nabi bersabda “sesungguhnya orang-orang yang bangkrut itu di antara umatku pada hari kiamat adalah mereka yang datang di hari kemudian dengan banyak kebaikan, sholat, puasa, zakat, sedekah dan kebaikan, tetapi pada waktu yang sama ia juga telah mencaci maki ini dan itu, memakan harta orang ini dan itu, dan menumpahkan darah ini dan itu lalu seluruh pahala sholat, zakat dan sedekahnya dilimpahkan kepada mereka yang telah digunjing, dicaci, ditipu dan dibunuh, setelah kebaikan dan pahalanya habis maka seluruh dosa dan kesalahan orang-orang yang pernah digunjing dan dicaci dan dibunuh dilimpahkan kepadanya lalu dilemparkan ke dalam surga. Mereka itulah umatku yang bangkrut”.

Menurut sejumlah ulama bahwa ketika seseorang menggunjing, mengadu domba dan memutarbalikkan fakta maka itu adalah wujud dari lemahnya keimanan orang tersebut. Dalam Islam perbuatan tersebut disebut sebagai Namimah. Namimah adalah perbuatan yang diharamkan dalam agama dengan berbagai dalil dari Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad Saw antara lain sebagai berikut: “Tidak akan masuk surga orang-orang yang suka menggunjing atau mengadu doma (namimah)”.
Dalam riwayat lain,Rasulullah SAW bersabda,”Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, Yang suka mencaci, lagi yang suka menyebarkan fitnah hasutan (untuk memecah belahkan orang ramai),-

Yang harus diwaspadai oleh masyarakat dalam kondisi yang bisa dikatakan memprihatinkan saat ini juga adalah bagaimana menjaga kecerdasan berfikir dalam menerima berbagai informasi. Karena narasi adu domba ternyata banyak datang dari para pejabat dan pengatur wewenang negeri. Begitu mudah membuat masyarakat tersulut emosi. Tidak penting detail peristiwa, yang terpenting adalah narasi propagandis. Tidak penting fakta dan data, yang terpenting adalah narasi provokasi. Semua dikembangkan untuk membentuk opini dan memanipulasi kesadaran kolektif.

Membangun narasi, entah didukung fakta atau tidak, untuk membentuk opini menjadi cara jitu dalam membunuh kesadaran logis dan tindakan rasional masyarakat. Pada gilirannya, perasaan ditindas dan diancam akan melahirkan perlawanan dengan meletakkan yang mengancam dan yang berbeda sebagai musuh yang layak dibenci. Di era di digital seperti saat ini, sungguh ajaib, narasi-narasi kebencian mudah menjalar dan demikian massif di media sosial.

Masyarakat Indonesia harus mengambil pelajaran dari berbagai kasus kekerasan dan konflik di negara seperti Timur Tengah yang tak kunjung reda. Kondisi yang damai dan penuh persaudaraan pada mulanya mudah dicabik dalam waktu singkat dengan narasi adu domba yang banyak menyebar di media sosial. Kegaduhan, perpecahan, konflik dan kekerasan adalah ladang bagi kelompok kepentingan untuk merusak keutuhan dan kedaulatan suatu bangsa.

Menyikapi hal tersebut, masyarakat harus mengedepankan kehati-hatian dan tidak gegabah dalam menangkap, memaknai dan menyikapi setiap peristiwa. Setidaknya, kondisi dengan potensi narasi adu domba dan hasutan ini akan terus muncul dengan menunggangi isu apapun yang dapat mempertemukan benturan identitas.

Berbagai peristiwa kontroversial yang terjadi di negeri ini akibat ulah sebagian pejabat yang suka “asbun” telah banyak menyedot energi dan emosi masyarakat. Tentu saja, semua itu harus menjadi pelajaran dan kesadaran bahwa bangsa ini akan terus kuat karena persatuan dan persaudaraan. Jangan mudah diadu domba dengan narasi apapun yang dapat memecah belah persatuan dan persaudaraan.

Wallahu’alam bishshowwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Tausyiah Rasil : Tiga Peristiwa yang Dialami Manusia

Oleh : Ustaz Abul Hidayat Saerodji 1. Peristiwa kelahiran Setiap orang yang ada...

Viral, Tentara Azerbaijan Bantu Penduduk Armenia Tinggalkan Wilayah Yang Di Duduki

Azerbaijan, Rasilnews - Tentara Azerbaijan membantu orang-orang Armenia yang secara ilegal dimukimkan kembali di daerah pendudukan untuk meninggalkan wilayah itu, seperti...

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Izin Ekspor Benih Lobster, 2 Masih Buron

Jakarta, Rasilnews - Dalam konferensi pers di KPK, Rabu (25/11/2020) malam, Nawawi Pomolango Wakil Ketua KPK RI mengatakan bahwa dua dari tujuh tersangka...

Pesawat Tempur Israel Serang Suriah

Suriah, Rasilnews - Militer Suriah mengklaim bahwa pesawat tempur Israel melakukan serangan udara ke selatan Ibu kota pada Selasa (24/11) malam....

Recent Comments