Wednesday, October 28, 2020
Home Tajuk Rasil Tajuk Rasil "Pelajaran Bulan Rabiul Awal"

Tajuk Rasil “Pelajaran Bulan Rabiul Awal”

“Tajuk Rasil”
Senin, 2 Rabiul Awal 1442 H/ 19 Oktober 2020

Dalam perhitungan Hijriah, awal bulan Rabiul Awal 1442 H jatuh pada Ahad kemarin. Kehadiran bulan Rabiul Awal tentu menjadi sesuatu yang membahagiakan bagi umat Islam. Sebab, di bulan inilah beberapa peristiwa penting terjadi dalam sejarah dunia dan peadaban Islam.

Di Indonesia, kedatangan bulan Rabiul Awal pun biasanya dirayakan sebagian umat Islam dengan berbagai kegiatan yang sudah menjadi tradisi. Seperti pembacaan kitab Barzanji, garebek maulid, sampai pawai obor. Namun, bukan hanya karena bulan Rabiul Awal-nya yang mulia, tetapi peristiwa yang terjadi di dalamnya yang membuatnya terasa istimewa. Banyak peristiwa penting dalam sejarah umat Islam yang terjadi pada bulan Rabiul Awal, untuk mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga semangat perjalanan hidup Rasulullah SAW.

Hal yang paling membuat Rabiul Awal menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam salah satunya ialah, pada bulan ini Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia. Sebagaimana disebutkan di banyak riwayat, Nabi Muhammad lahir di Makkah pada tanggal 12 Rabiul Awal. Kelahiran seseorang yang kelak mempunyai banyak keistimewaan di dunia dan akhirat dalam segala aspeknya. Banyak kitab telah ditulis tentang keistimewaan Beliau, seperti kitab Qiyadatur Rasul As-Siyasiyah wa Al-Askariyah karya Ahmad Ratib Armusy, yang mencoba menjelaskan aspek kepemimpinan Nabi SAW dalam bidang militer dan politik. Juga ada kitab Dirasat Tahliliyah li Syakhshiyah Ar-Rasul, kitab ini mencoba melukiskan kepribadian Nabi SAW secara lebih lengkap, tak hanya aspek kemiliteran dan kepemimpinan, tapi juga pribadi beliau sebagai guru (murabbi), suami, dan sebagai manusia biasa (aspek kemanusiaan/basyariyah).

Di antara keistimewaan Nabi SAW ialah beliau memegang dua kedudukan sekaligus, yakni sebagai nabi sekaligus pemimpin umat. Tugas kenabiannya berakhir dengan wafatnya Nabi SAW. Namun tugas kepemimpinan negara ini tak berakhir, melainkan dilanjutkan oleh khalifah-khalifah sebagai pemimpin negara sepeninggal Nabi SAW. Sabda Nabi Muhammad SAW : “Dahulu Bani Israil diatur segala urusannya oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, dia digantikan nabi lainnya. Dan sesungguhnya tak ada lagi nabi sesudahku, yang ada adalah para khalifah dan jumlah mereka akan banyak…” (HR. Muslim, no 1842).

Selain kelahiran Nabi Muhammad SAW, Rabiul Awal juga dicatat sebagai bulan hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Bulan Muharram memang ditetapkan sebagai awal perhitungan tahun Hijriyah. Tapi hijrahnya Nabi SAW sendiri tidak terjadi pada bulan Muharram, melainkan pada bulan Rabiul Awal. Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah bukan karena beliau takut akan dibunuh kafir Quraisy. Namun alasan sesungguhnya adalah karena di Madinah terdapat kesiapan masyarakat untuk menegakkan kepemimpinan Islam dan mendukung dakwah Islam yang diemban Nabi SAW.

Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah kemudian diperingati Sahabat Umar bin Khattab ra sebagai lahirnya tahun Hijriah. Sejarah pun mencatat, dalam peristiwa hijrah ini dibangunnya masjid pertama di dunia saat melakukan perjalanan hijrah, Nabi Muhammad dan rombongan sempat mampir di daerah Quba. Di sana, Rasulullah menginap di rumah Amr bin Auf selama empat hari. Selama berada di Quba, Rasulullah membangun masjid untuk pertama kalinya, yakni Masjid Quba. Tidak hanya membangun masjid, Nabi Muhammad juga mendapatkan wahyu untuk mengerjakan salat Jumat saat melakukan perjalanan hijrah di bulan Rabiul Awal. Maka, Nabi dan sahabat pun melakukan salat Jumat. Ini merupakan salat Jumat pertama kalinya yang dilaksanakan Rasulullah bersama para Sahabat.

Bulan Rabiul Awal atau juga merupakan bulan yang sering digunakan untuk memperbanyak baca shalawat dan juga salam pada Rasulullah SAW. Bertujuan untuk membuat hidup menjadi baik selama di dunia maupun di akhirat sehingga mendapatkan syafa’at dan juga berkah dari Rasulullah SAW. Rabiul Awal juga menjadi bulan untuk mengembalikan keteguhan cinta pada Rasulullah SAW. Untuk seorang mukmin, kecintaan pada Nabi merupakan sebuah kewajiban dan salah satu cara meningkatkan iman dan taqwa, kecintaan pada Nabi haruslah berada di barisan atas melebihi segalanya bahkan pada keluarga dan diri sendiri. Sebagaimana sabda Nabi dalam sebuah riwayat, “Tidak sempurna iman salah satu diantara kamu sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia.” [HR. Bukhori Muslim].

Wallahu’alam bisshawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ahok Turut Berduka Atas Wafatnya Ust Fahrurozi Ishaq Karena Covid-19

Jakarta, Rasilnews - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok turut menyampaikan dukacita atas meninggalnya Fahrurrozi Ishaq, yang dikenal sebagai 'Gubernur Tandingan'...

10 Ribu Jamaah Umrah Akan Kembali Padati Saudi Arabia Tiap Pekannya

JAKARTA, RASILNEwS - Setiap pekan sekitar 10 ribu jemaah umrah diperkirakan akan tiba di Arab Saudi mulai (1/11) mendatang. Dengan pernyataan...

California Evakuasi 100 Ribu Penduduk Akibat Kebakaran Hutan

JAKARTA, RASILNEWS - Pemerintah memerintahkan untuk evakuasi lebih dari 100 ribu penduduk akibat Kebakaran hutan yang terjadi dan bergerak cepat di...

Tebitkan Karikatur Nabi Muhammad SAW, Maroko Kecam Prancis

JAKARTA-RASILNEWS, Kementrian Luar Negri Maroko Pada Minggu Mengatakan bahwa berlanjutnya publikasi kartun yang menghina nabi merupakan aksi provokasi.

Recent Comments