Friday, November 27, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL : PELAJARAN TENTANG KALAH DAN MENANG

TAJUK RASIL : PELAJARAN TENTANG KALAH DAN MENANG

Tajuk Rasil 19 Okt 2017

Seharusnya, tak hanya kenangan dan ingatan saja yang dihasilkan oleh sejarah. Tapi juga pelajaran. Sebuah pembelajaran dari masa silam, yang bisa dilakukan oleh kita. Manusia.

Sejarah kekalahan mengajarkan pada kita bagaimana seharusnya memetik kemenangan. Begitu pula dengan sejarah kemenangan, sesungguhnya sedang mengajarkan pada kita, yang mengaku manusia ini, tentang apa itu ancaman dan bagaimana bentuknya peluang. Silam yang kelam, sejatinya meminta kita untuk berkaca dan mewujudkan kegemilangan di hari depan.

Tapi sayangnya, ingatan kita begitu pendek, lagi rapuh. Kita mudah lupa dan melupakan. Sejarah hanya menjadi masa lalu dan tumpukan cerita usang. Lalu pada titik tertentu, kita hanya bisa menyesal, sekaligus mengulangi kesalahan. Alpa pada sejarah dan masa silam.

Orang-orang kalah tak pernah benar-benar belajar dari dan tentang kekalahan. Yang mereka mau hanyalah kemenangan, karena mereka lelah jadi pecundang. Namun mereka tak pernah benar-benar belajar, bagaimana caranya harus menang. Dan mereka akan terus kalah, dan dikalahkan. Benar atau tidak, bukan masalah besar. Kebenaran yang tak belajar dimenangkan, akan terus kalah, dan dikalahkan. Lalu kita hanya bisa menyesal, sekaligus mengulangi kesalahan.

Pun para penguasa dan pemenang, mereka tak benar-benar belajar tentang arti kemenangan. Satu-satunya yang mereka tahu adalah, mereguk nikmat kekuasaan sampai dasar cawan. Pada titik tertentu, mereka juga akan menyesal, lalu menjadi orang-orang kalah. Mereka kadang dikalahkan oleh kebenaran, tapi yang sering terjadi justru, mereka dikalahkan oleh kekuasaan yang lebih besar namun belum tentu benar. Mereka dikalahkan oleh yang siap jadi pemenang.

Ingatan kita begitu pendek dan rapuh. Tapi kita menyebut diri manusia, yang seharusnya menjadi mahluk pelaku dan pembuat sejarah. Menang atau kalah sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa. Keduanya adalah hal yang biasa, dan selalu dipergilirkan. Tapi menang atau kalau menjadi penting, jika kebenaran menjadi taruhan besar dalam sebuah pertandingan. Atau pertempuran.

Kebenaran tak boleh kalah, atau dikalahkan, hanya karena para pembawanya pendek ingatan, bebal belajar, dan tak siap untuk menang. Memang ada saatnya menang. Dan itu harus diciptakan, direbut, dimenangkan.

Jika di masa lalu kita kalah karena bebal, seharusnya kini kita sudah mahir belajar. Jika di hari silam, kita kalah karena tak punya kekuatan, seharusnya kini kita sudah tumbuh menjadi perkasi dan diperhitungkan. Jika di waktu lampau kita jadi pecundang karena bercerai berai dan tak bersatu, seharusnya kita sudah utuh kini. Tapi itu semua bisa terjadi, jika ingatan kita panjang, mampu belajar dari sejarah silam, dan tak mengulang kealpaan.

Dan terlebih lagi, karena kita adalah manusia yang harus memenangkan kebenaran dan kebaikan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Tausyiah Rasil : Tiga Peristiwa yang Dialami Manusia

Oleh : Ustaz Abul Hidayat Saerodji 1. Peristiwa kelahiran Setiap orang yang ada...

Viral, Tentara Azerbaijan Bantu Penduduk Armenia Tinggalkan Wilayah Yang Di Duduki

Azerbaijan, Rasilnews - Tentara Azerbaijan membantu orang-orang Armenia yang secara ilegal dimukimkan kembali di daerah pendudukan untuk meninggalkan wilayah itu, seperti...

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Izin Ekspor Benih Lobster, 2 Masih Buron

Jakarta, Rasilnews - Dalam konferensi pers di KPK, Rabu (25/11/2020) malam, Nawawi Pomolango Wakil Ketua KPK RI mengatakan bahwa dua dari tujuh tersangka...

Pesawat Tempur Israel Serang Suriah

Suriah, Rasilnews - Militer Suriah mengklaim bahwa pesawat tempur Israel melakukan serangan udara ke selatan Ibu kota pada Selasa (24/11) malam....

Recent Comments