Friday, November 27, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL : SYARAT PENCARI ILMU

TAJUK RASIL : SYARAT PENCARI ILMU

Tajuk Rasil 25 Okt 2017

Imam Syafi’i suatu ketika menggubah syair. Sebuah syair tentang para pencari ilmu dan syarat-syarat memperoleh ilmu.

Kata Imam Syafi’i, tidaklah mungkin ilmu didapat, kecuali dengan enam syarat. Enam syarat itu adalah dzaka, hirsh, ishtibar, bulghah, irsyadu ustadzin dan thulu zaman.

Bagaimanapun, seorang pencari ilmu, kata Imam Syafi’i, harus seseorang yang memiliki kecerdasan, dzaka. Dzaka adalah syarat yang tak bisa ditawar. Begitu pula hirsh, seorang pencari ilmu harus pula memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Tanpa semangat, seorang pencari ilmu hanya akan tenggelam dalam cita-cita palsunya yang tak pernah selesai dibangun. Kecerdasan dan semangat saja, tak cukup untuk mendapat ilmu yang sempurna. Para pencari harus membekali diri mereka dengan ishtibarin, kesabaran yang luas seperti samudera. Karena, semangat tanpa kesabaran hanya akan membuat pencari ilmu mudah terjerembab pada keputusasaan.

Selanjutnya, Imam Syafi’i juga menyaratkan bhulgahtin, modal atawa bekal. Jer besuki mawa bea, begitu orang Jawa bilang. Setiap kesuksesan selalu meminta biaya. Kemajuan ilmu pengetahuan, memang bukan tiba-tiba jatuh dari langit. Semua usaha dikerahkan, termasuk dana dalam pencarian, penelitian dan sekian banyak percobaan. Dan, unsur paling penting dalam syarat Imam Syafi’i adalah irsydul ustadzin, guru yang membimbing. Ilmu, memang bisa dicari tanpa guru. Ilmu mungkin saja didapat tanpa ustadz. Tapi guru dan pembimbing, tak akan pernah bisa tersingkir. Sebab, ilmu bukan hanya soal matematika, tapi juga soal transfer akhlak, moral dan akidah.

Dan terakhir, kata Imam Syafi’i, dalam ilmu pengetahuan, tak satu hal pun bersifat instant. Ilmu selalu membutuhkan thulu zaman, perjalanan waktu. Tak ada ilmu untuk orang-orang yang berpikir instant dan menghendaki hasil seperti mata yang dikedipkan. Tak ada ruang untuk orang-orang yang selalu ingin hasil secepat kilat.

Cukupilah enam syarat seperti yang dicatat oleh Imam Syafi’i. Janganlah berkurang, meski satu saja darinya. Sebab, semuanya mempunyai kaitan yang sangat erat. Dan akhir dari semua usaha, tentu dengan tengadah tangan dan berlapang dada, memanjat doa. Semoga Allah, dengan ilmu yang kita dapat, memberikan kesempatan seluas-luasnya, sehingga kita bermanfaat bagi umat. Dan memetik kemenangan, di dunia dan akhirat. Semoga Allah meringankan langkah para pencari ilmu dan meridhainya dengan cahaya di jalan yang benderang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Tausyiah Rasil : Tiga Peristiwa yang Dialami Manusia

Oleh : Ustaz Abul Hidayat Saerodji 1. Peristiwa kelahiran Setiap orang yang ada...

Viral, Tentara Azerbaijan Bantu Penduduk Armenia Tinggalkan Wilayah Yang Di Duduki

Azerbaijan, Rasilnews - Tentara Azerbaijan membantu orang-orang Armenia yang secara ilegal dimukimkan kembali di daerah pendudukan untuk meninggalkan wilayah itu, seperti...

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Izin Ekspor Benih Lobster, 2 Masih Buron

Jakarta, Rasilnews - Dalam konferensi pers di KPK, Rabu (25/11/2020) malam, Nawawi Pomolango Wakil Ketua KPK RI mengatakan bahwa dua dari tujuh tersangka...

Pesawat Tempur Israel Serang Suriah

Suriah, Rasilnews - Militer Suriah mengklaim bahwa pesawat tempur Israel melakukan serangan udara ke selatan Ibu kota pada Selasa (24/11) malam....

Recent Comments