Thursday, October 29, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL "TIDAK MUDIK, JAGA SILATURAHIM"

TAJUK RASIL “TIDAK MUDIK, JAGA SILATURAHIM”

Tajuk Rasil
Senin, 18 Mei 2020/ 25 Ramadhan 1441 H

Ketidaktegasan larangan mudik dan meningkatnya pengangguran akibat pandemik Covid-19 paling dominan diperbincangkan publik di media sosial dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diketahui berdasarkan riset big data bertajuk “Kebijakan Covid-19” yang digelar Indef-Datalyst Center pada 27 Maret hingga 9 April. Seperti diberitakan republikmedia.com, dimana mayoritas warganet membicarakan masalah dan isu yang berkaitan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah Tanah Air.

Isu mudik mendapat perhatian yang sangat besar karena sangat erat dengan penyebaran virus Covid-19. Apalagi, pejabat pemerintah kerap kali mengeluarkan statemen atau kebijakan yang berubah-ubah. Publik warganet memperhatikan sambil khawatir tentang kebijakan pemerintah yang dianggap tidak tegas. Dan isu mudik ini akan terus menjadi perbincangan sampai hari raya Idu Fitri karena pemerintah dianggap masih bingung.

Mudik atau pulang kampung adalah aktivitas yang sudah membudaya di negeri ini. Namun Ramadan kali ini lain dari biasanya. Pemerintah memerintahkan rakyat untuk tinggal di rumah kecuali kegiatan yang sangat penting, dan melarang aktivitas mudik. Adanya larangan mudik ini membuat salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam yaitu bersilaturahmi dengan sanak keluarga juga karib kerabat terganggu. Keinginan kuat untuk bercengkerama dengan keluarga membuat beberapa orang nekat mencuri-curi kesempatan untuk pulang kampung. Tidak sedikit diantaranya yang terkena razia petugas.

Menjaga hubungan silaturahmi dengan kerabat atau sanak saudara dan sesama muslim beriman hukumnya wajib di dalam Islam. Masalah penting berikutnya yang membutuhkan jawaban adalah apakah silaturahmi bisa tetap dilaksanakan walaupun tidak mudik dan tanpa bersua dengan kerabat?

Disebutkan dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî: Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Rasulullah bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Lalu orang itu pun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan salat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”. Setelah orang itu pergi, Nabi SAW bersabda: “Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga”.

Idealnya silaturahmi terjadi dengan bertemu langsung tanpa perantara media. Namun kondisi wabah yang masih melanda menjadikan jarak sebagai kendala perjumpaan. Sekalipun tentu saja keadaan ini tidak boleh menjadi penghalang pelaksanaan silaturahmi yang diwajibkan Allah SWT. Meski tidak bisa bertatap muka secara langsung, namun bisa dengan cara-cara yang lain.

Kecanggihan teknologi telah memudahkan kita untuk tetap saling berbicara dan bertatap muka meski raga kita tidak hadir bersama. Video call bisa sedikit mengobati kerinduan kita terhadap orang tua atau sebaliknya. Reuni keluarga yang biasanya usai lebaran terselenggara di tempat salah satu sanak saudara, bisa dilakukan jumpa bersama dari kediaman masing-masing yang berbeda. Jarak tempat tidak jadi kendala. Meski nilai rasanya agak berbeda, namun kedekatan hati tetap bisa dijaga.

Yang paling penting dipahami adalah wujud dari silaturahmi itu sendiri. Yakni berupa hubungan kekeluargaan yang tetap terjaga. Di antara kerabat muncul perhatian dan kepedulian satu sama lain, sehingga semakin saling mengetahui dan memahami kondisi masing-masing. Ujungnya akan memberikan penyikapan yang tepat sesuai keadaan.

Mari saling membantu dan meringankan keluarga yang kesulitan, menghibur dan memberikan dukungan kepada kerabat yang sedang ditimpa ujian, juga memberikan nasihat pada siapa saja yang melakukan pelanggaran. Jadi, salah satu hikmah bersilaturahmi dengan metode apapun yang tidak boleh terlewatkan adalah peluang untuk melakukan ‘amar makruf nahi munkar’ dan ’wa tawasowbil haq wa tawasowbis sobri’.

Wallahu’alam bisshawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Aqsa Working Group Ikut Serta Dukung Aksi Global Aksi Mogok Makan Untuk Pembebasan Tahanan Palestina

Jakarta, Rasilnews - Al-Aqsa Working Group (AWG) menyatakan ikut serta untuk mendukung aksi global mendukung aksi mogok makan yang dilakukan oleh...

Satgas Ingatkan Pemda Agar Tak Lengah Sikapi Zonasi

JAKARTA, RASILNEWS - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito ingatkan Pemda soal zonasi karena peningkatan zona oranye. Melihat peta...

MUI desak Presiden Perancis Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Jakarta, Rasilnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf kepada umat...

Recent Comments