Wednesday, October 28, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL "TOBAT OBAT PANDEMI"

TAJUK RASIL “TOBAT OBAT PANDEMI”

Tajuk Rasil
Senin, 27 April 2020/ 4 Ramadhan 1441 H

Meski umat manusia dan kaum muslimin pada khususnya tengah berduka karena pandemi Covid-19 belum juga reda, tapi tidak mengurangi kesungguhan kaum muslimin mengoptimalkan segala amal ibadah selama Ramadan. Bahkan seharusnya Ramadan menjadi momentum titik tolak tobat kolektif atas kemaksiatan karena mengabaikan syariat Allah SWT.

Disyariatkan bagi seorang muslim untuk menyambut Ramadan yang mulia dengan melakukan tobat nasuha (taubat yang sesungguhnya), mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam setiap puasanya, dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat tulus ikhlas mengharap ridho dan ampunan Allah SWT. Karena perlu kita sadari bahwa kemaksiatan kepada Allah memutus aliran nikmat yang selama ini dirasakan sebagai buah kelezatan ibadah.

Bisa dikatakan karena perilaku dosa, kini kaum muslimin terhalang melakukan berbagai ketaatan yang pernah ditekuni dan kehilangan kesempatan shalat berjamaah tarawih di masjid serta kegiatan-kegiatan silah ukhuwah dalam balutan dakwah. Apalagi nikmat sehat pun menjadi sesuatu yang sangat “mahal”. Firman Allah SWT dalam Quran Surah As-Syura ayat 30,“Dan musibah apa saja yang menimpamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu.”

Dosa dan kemaksiatan dapat menjadi faktor keburukan bagi manusia yang dapat membuat semua perkara menjadi susah. Dosa yang tidak ditobatkan dapat menghilangkan kenikmatan yang datang dan memutus aliran nikmat yang akan diterima, menjadikan orang yang lalai menjadi lemah jiwanya.

Apalagi dosa yang dilakukan oleh pemimpin, sangat berpengaruh pada orang-orang yang dipimpinnya. Alangkah baiknya di bulan pengampunan ini, para pemimpin negeri dan masyarakatnya semua berburu ampunan Allah SWT. Jangan sampai Wabah Covid-19 belum usai, kini “wabah kelaparan” menghantui rakyat di tengah ekonomi yang sulit. Hanya karena pemimpin yang tidak punya kapabilitas, menyengsarakan rakyat.

Kita tidak ingin berdosa karena pemimpin yang kurang cakap, cerdik, dan tidak memiliki kesanggupan dalam memimpin serta tidak memiliki visi dan misi kedepan. Dalam Islam disebut sebagai orang yang tidak fathanah. Menurut satu riwayat, Rasulullah SAW tidak rela jika umatnya dipimpin oleh orang-orang yang berakhlak bejat, tidak beriman serta berlaku zalim. Tapi terkadang umatnyalah yang tidak memperhatikan diri dan nasibnya sendiri. Hal ini terlihat dari cara memilih pemimpin, mereka tidak mengikuti petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Bukankah kita semua sudah jengah dengan kepemimpinan yang merugikan? Penuh dengan kepentingan segelintir orang tanpa memikirkan kondisi rakyatnya. Karena itu, disinilah tugas dan tanggung jawab para ustaz dan ulama memberi tuntunan dan nasihat kepada umat ini bagaimana seharusnya menyikapi masalah kepemimpinan menurut tuntunan Alquran dan Sunnah demi kebahagiaan dunia dan akhirat juga keselamatan bagi pemimpinnya.

Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semua untuk tobat di bulan yang mulia ini. Sungguh celaka manusia yang bertemu dengan Ramadan, namun dosa tidak juga diampuni. Padahal Allah sediakan ampunan yang sangat berlimpah yang tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya. Karenanya, wajar jika kita harus menanamkan keyakinan bahwa tobat dan taat akan menghantarkan pada solusi tuntas masalah dunia. Menjadi obat bagi pandemi Covid-19. Mudah bagi Allah untuk segera mengangkat pandemi ini dari bumi.

Salah satu bukti tobat kita kepada Allah, dengan membangun sistem kehidupan yang Islami. Pemerintah mendukung dan menjamin Individu-individu yang ada dalam masyarakat berperilaku sesuai dengan syariat. Sehingga ketaatan mereka terhadap aturan negara semata bukti keimanannya pada Sang Mahakuasa. Akan jarang ditemui kemaksitan dan pelanggaran jika semuanya ingat dan taat pada Allah.

Hal tersebut juga perlu dibarengi dengan pengaturan negara yang berfokus pada kemaslahatan umat, sehingga kebutuhan pokok mereka terpenuhi bahkan dalam kondisi sulit. Seperti sandang, pangan, papan, keamanan, pendidikan, dan kesehatan adalah hal yang dijamin negara.

Wallahu ‘Alam Bish Showwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ahok Turut Berduka Atas Wafatnya Ust Fahrurozi Ishaq Karena Covid-19

Jakarta, Rasilnews - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok turut menyampaikan dukacita atas meninggalnya Fahrurrozi Ishaq, yang dikenal sebagai 'Gubernur Tandingan'...

10 Ribu Jamaah Umrah Akan Kembali Padati Saudi Arabia Tiap Pekannya

JAKARTA, RASILNEwS - Setiap pekan sekitar 10 ribu jemaah umrah diperkirakan akan tiba di Arab Saudi mulai (1/11) mendatang. Dengan pernyataan...

California Evakuasi 100 Ribu Penduduk Akibat Kebakaran Hutan

JAKARTA, RASILNEWS - Pemerintah memerintahkan untuk evakuasi lebih dari 100 ribu penduduk akibat Kebakaran hutan yang terjadi dan bergerak cepat di...

Tebitkan Karikatur Nabi Muhammad SAW, Maroko Kecam Prancis

JAKARTA-RASILNEWS, Kementrian Luar Negri Maroko Pada Minggu Mengatakan bahwa berlanjutnya publikasi kartun yang menghina nabi merupakan aksi provokasi.

Recent Comments