Friday, November 27, 2020
Home Internasional Tiga Warga Malaysia Tewas di Marawi

Tiga Warga Malaysia Tewas di Marawi

RASILNEWS, FILIPHINA – Tiga warga Malaysia dinyatakan tewas dalam pertempuran di Marawi di Pulau Mindanao Filipina, Selasa (30/5). Meski begitu pihak berwenang belum memverifikasi identitas ketiga warga Malaysia yang tewas dalam pertempuran antara pasukan keamanan Filipina dengan kelompok bersenjata Maute tersebut.

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, membenarkan bahwa tiga orang Malaysia itu terbunuh dalam pertempuran tersebut.

Sebelumnya, dua orang Malaysia yang diyakini sebagai militan yang berafiliasi pada ISIS dilaporkan terbunuh dalam pertempuran antara militer Filipina dan orang-orang bersenjata pekan lalu.

Keduanya diidentifikasi sebagai Ustaz Abdurahman Asmawi dari Kelantan dan Dr Kamsa Yahya dari Kedah. Demikian dilaporkan Thestar yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Seorang Malaysia lainnya, mantan dosen Universiti Malaya Dr Mahmud Ahmad, diyakini berada di Marawi, bekerja sama dengan pemimpin Basilan Abu Sayaff Isninon Hapilon.

Berbicara kepada wartawan sebelum berbuka puasa dengan pegawai Kementerian Dalam Negeri di  Masjid Hussain di sini, Selasa, Dr Ahmad Zahid mengatakan bahwa Pemerintah bekerja sama dengan pemerintah Filipina untuk memverifikasi identitas ketiga warga Malaysia yang terbunuh di Marawi.

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di Mindanao, sejak Selasa pekan lalu, guna menghentikan penyebaran militan di pulau terbesar kedua Filipina itu.

“Jika ada pembangkangan terbuka, Anda akan mati. Dan jika itu berarti banyak orang tewas, biarlah,” ancam Duterte pada kelompok militan.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas aktivitas Maute melalui kantor berita Amaq.

Marawi berlokasi di Provinsi Lanao del Sur yang merupakan benteng pertahanan Maute, kelompok radikal yang tidak terlalu dikenal namun menjadi tugas berat bagi militer Filipina untuk menghadapinya.

Pemimpin Militer menyebut motivasi Maute menguasai Marawi adalah guna meningkatkan statusnya dan mendapatkan pengakuan dari ISIS.

Adapun serangan militer yang dilakukan Selasa ditujukan guna menangkap pemimpin Abu Sayyaf, faksi militan lainnya di Mindanao. Pemerintah Filipina menyebut Hapilon adalah tokoh kunci ISIS di Filipina dan dipercaya telah berkolaborasi dengan pemimpin Maute.

“Berdasarkan intelijen kami, Isnilon Hapilon masih berada di kota,” kata Jo-Ar Herrera, juru bicara Resimen Infantri Pertama Filipina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Tausyiah Rasil : Tiga Peristiwa yang Dialami Manusia

Oleh : Ustaz Abul Hidayat Saerodji 1. Peristiwa kelahiran Setiap orang yang ada...

Viral, Tentara Azerbaijan Bantu Penduduk Armenia Tinggalkan Wilayah Yang Di Duduki

Azerbaijan, Rasilnews - Tentara Azerbaijan membantu orang-orang Armenia yang secara ilegal dimukimkan kembali di daerah pendudukan untuk meninggalkan wilayah itu, seperti...

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Izin Ekspor Benih Lobster, 2 Masih Buron

Jakarta, Rasilnews - Dalam konferensi pers di KPK, Rabu (25/11/2020) malam, Nawawi Pomolango Wakil Ketua KPK RI mengatakan bahwa dua dari tujuh tersangka...

Pesawat Tempur Israel Serang Suriah

Suriah, Rasilnews - Militer Suriah mengklaim bahwa pesawat tempur Israel melakukan serangan udara ke selatan Ibu kota pada Selasa (24/11) malam....

Recent Comments