Wednesday, October 28, 2020
Home Covid-19 VAKSIN CORONA DARI CHINA-UEA DIKLAIM DAPAT SERTIFIKASI HALAL

VAKSIN CORONA DARI CHINA-UEA DIKLAIM DAPAT SERTIFIKASI HALAL

JAKARTA, RASILNEWS — Vaksin corona yang akan diedarkan di Indonesia diklaim oleh salah satu kandidat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mendapatkan sertifikasi halal. Vaksin yang dimaksud yakni keluaran perusahaan China (Sinopharm) bersama Uni Emirat Arab (G42).

Vaksin Sinopharm-G42 juga diklaim telah mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) oleh otoritas China.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti melalui keterangan tertulis pada Selasa (1/9) mengatakan, kandidat vaksin Covid-19 ini telah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Regulator Pengawas Obat Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yaitu National Medicines Products Administration (NMPA) pada bulan Juli 2020 berdasarkan hasil uji klinik fase 1 dan 2 dan telah mendapatkan sertifikasi halal.

Sebelumnya Sinopharm telah melakukan uji klinis fase satu dan dua, untuk fase ketiga akan dilakukan di UEA dengan total peserta 22.000 dari 119 kebangsaan di dunia sehingga uji klinis dapat memberikan hasil yang baik.

Pemerintah Indonesia telah mendapatkan komitmen UEA dalam penyediaan total 10 juta vaksin Covid-19 untuk Indonesia. Pengembangan vaksin ini juga bekerja sama oleh Kimia Farma.

Selain Sinopharm sebenarnya terdapat dua vaksin lainnya yang akan digunakan, yakni vaksin Sinovac yang bekerja sama dengan PT Bio farma sedangkan vaksin Genexine bekerja sama dengan PT Kalbe Farma. Kemudian untuk Vaksin Sinopharm-G42 dan Kimia Farma itu sendiri merupakan salah satu kandidat vaksin yang akan digunakan di Indonesia nantinya.

Dari ketiganya merupakan vaksin dari hasil kerjasama internasional pemerintah Indonesia. Sedangkan untuk didalam negeri sendiri Kementerian Riset dan Tekhnologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan Lembaga Bio Molekuler (LBM) Eijkman yang mengembangkan vaksin merah putih.

Sementara itu Juru Bicara Satuan Tugas Penangan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwasanya vaksin virus corona tidak menjamin untuk masyarakat hidup kembali normal. Bahkan Wiku juga mengatakan untuk pasien yang sudah sembuh dari corona juga berpeluang akan terjangkit virus itu kembali.

“Sampai dengan sekarang belum ada hasil yang mengatakan bahwa vaksin ini akan memberikan proteksi atau kekebalan selama berapa lama, dan ini semua sedang proses uji klinis di berbagai negara,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9).

Wiku mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Bahkan vaksin ini juga bukan satu-satunya cara melindungi masyarakat dalam beraktivitas untuk itu cara pertama adalah pencegahan agar tidak tertular virus rersebut.

Dalam hal pengadaan vaksin, Presiden Joko Widodo menegaskan sudah ada komitmen pengadaan 20-30 juta vaksin corona pada akhir 2020. Vaksin tersebut sudah dalam bentuk produk jadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Aqsa Working Group Ikut Serta Dukung Aksi Global Aksi Mogok Makan Untuk Pembebasan Tahanan Palestina

Jakarta, Rasilnews - Al-Aqsa Working Group (AWG) menyatakan ikut serta untuk mendukung aksi global mendukung aksi mogok makan yang dilakukan oleh...

Satgas Ingatkan Pemda Agar Tak Lengah Sikapi Zonasi

JAKARTA, RASILNEWS - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito ingatkan Pemda soal zonasi karena peningkatan zona oranye. Melihat peta...

MUI desak Presiden Perancis Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Jakarta, Rasilnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf kepada umat...

Recent Comments